Cara Menyamak Kulit Domba [Pengertian & Proses Penyamakan Lengkap]

Cara Menyamak Kulit Domba [Pengertian & Proses Penyamakan Lengkap]

Hallo? Kali ini kampoengkulit.com akan berbagi informasi tentang cara menyamak kulit domba. Mungkin semua orang tahu jaket kulit domba. Namun, apakah semua orang tahu bagaimana bisa kulit domba bisa dijadikan jaket yang bagus dan tidak mengeluarkan bau kulit domba yang tidak sedap?

Nah, jika anda memang belum tahu sama sekali. Artikel ini semoga bisa membantu anda mendapatkan pengetahuan dan pemahaman tentang proses penyamakan kulit domba. Jika anda sudah memiliki jaket kulit domba, anda juga membaca info tentang cara merawat jaket kulit domba.

Mengenal Proses Penyamakan Kulit Domba

Cara menyamak kulit domba

Bagi anda para penyuka fashion jaket, tas, sepatu dan barang-barang lainnya yang berbahan dasar kulit hewan tentu sudah pernah mendengar ya tentang apa itu penyamakan kulit. Salah satu kulit hewan yang sering disamak adalah kulit domba.

Kali ini kita akan mencoba melihat dan mengenal bagaimana cara menyamak kulit domba hingga bisa menghasilkan kulit yang siap produksi.

Tahapan-Tahapan Cara Menyamak Kulit Domba

Cara menyamak kulit domba

Memilih Bahan Dasar Kulit Domba yang Akan Disamak

Pada proses penyamakan kali ini dikenal adanya sistem penyamakan berbulu dan tidak berbulu. penyamakan berbulu adalah penyamakan yang untuk mempertahankan keindahan bulu aslinya, jadi bulu asli hewan tersebut tidak hilang.

Penyamakan tidak berbulu adalah penyamakan yang ditujukan untuk menghilangkan bulu, kulit yang didapat hanya lembaran tipis dan bersih dari bulu.

Mengawetkan Kulit dengan Proses Pre-tanning

  • Tahap pertama perendaman kulit. Kulit direndam ke dalam 800-1000% air yang diberi obat pembasah dan antiseptic sebanyak 1 gram/liter. Rendam selama 1-2 hari. kulit dikerok pada bagian dalamnya lalu diputar dalam drum kosong tanpa air selama 1-5 jam agar serat kulit menjadi longgar hingga memudahkan air untuk masuk dan kulit menjadi basah kembali. 
  • Tahap selanjutnya yaitu pengapuran atau lebih dikenal dengan istilah liming. Maksud dari tahapan ini adalah menghilangkan semua zat yang bukan collagen yang aktif. Kulit yang telah lunak direndam dalam larutan yang terdiri dari 300-4–%air, 6-10% Kapur Tohor Ca(OH)2, 3-6% Natrium Sulphida. Proses ini akan memakan waktu selama 2-3 hari
  • Pembuangan kapur atau deliming. Tahap ini kita membersihkan kulit domba dari kandungan kapur yang ada di dalamnya. Karena dalam pengapuran tadi kita menggunakan semua bahan yang bersifat asam, maka kulit tersebut harus segera dibersihkan karena jika masih terdapat kapur akan mengurangi hasil penyamakan. Deliming ini menggunakan asam atau garam asm
  • Tahap ke empat adalah pengikisan protein (Bating). Dalam proses ini akan menggunakan enzim protase untuk melanjutkan pembuangan zat-zat bukan collagen yang mungkin masih tersisa saat pengapuran seperti sisa-sisa akar bulu, sisa lemak, dan zat lainnya yang tidak diperlukan. Semakin banyak sisa zat yang ada maka semakin lama proses bating ini
  • Kelima adalah proses pengasaman atau pickling. Tahap ini dimaksudkan untuk mengasamkan kulit pada pH 3-3,5 namun kulit harus dalam kondisi yang tidak bengkak, agar bisa menyesuaikan dengan pH bahan penyamak yang akan dipakai nanti. Pickling ini juga dimaksudkan noda besi karena Na2gS dalam pengapuran hilang hingga kulit putih bersih .

Tahapan Penyamakan (Tanning)

1. Penyamakan

  • Cara penyamakan dengan menggunakan bahan penyamakan nabati. Ada 2 cara yang digunakan yaitu counter current dimana kulit akan direndam dalam bak berisi larutan ekstrak nabati selama 2 hari lalu direndam dalam larutan ekstrak pekat selama 2-5 minggu. Cara kedua sistem samak cepat. Kulit diputar dalam drum yang berisi campuran 200% air, 3% ekstrak mimosa diputar selama 4 jam dan dimasak semalam.

Baca juga: Cara Merawat Jaket Kulit Agar Tahan Lama

  • Cara penyamakan dengan menggunakan bahan penyamakan mineral. Bahan yang digunakan kromium sulphat basa. Cara memutar kulit dalam drum yang terisi 80-1005 air dan 3-4% garam dapur selama 10-15 menit lalu masukkan bahan krom. Juga bisa menggunakan tawas putih. Isi drum dengan 40-50% air, 10% tawas putih dan 1-2% garam. Putar selama 2-3 jam lalu ditumpuk selama 1 jam. Keringkan selama 2-3 hari.

2. Proses Pengetaman

Pengetaman atau sering diistilahkan shaving adalah proses dimana kulit yang telah masak lalu ditumpuk selama 1-2 hari setelah itu diperah dengan bantuan mesin atau bisa langsung dengan tangan yang bertujuan untuk menghilangkan sebagian besar kadar airnya. Setelah itu diketam dengan mesin pada bagian daging untuk mengatur ketebalan kulit agar merata.

3. Tahap Pemucatan

Pemucatan atau bleaching ini hanya dikerjakan untuk samak kulit nabati yang biasanya menggunakan asam-asam organik. Tujuannya adalah untuk menghilangkan flek besi yang dihasilkan dari mesin ketam dan menurunkan pH kulit. Cara kerjanya kulit diputar ke dalam drum yang telah diisi air hangat, dicampur dengan 0,5-1% asam oksalat. Putar selama 1 jam.

4. Tahap Penetralan

Tahap ini hanya dilakukan untuk samak kulit krom. Karena sifat kulit samak krom sangat asam maka perlu dinetralkan kembali agar tidak mempengaruhi proses selanjutnya. Bahan yang dipergunakan adalah garam alkali seperti Neutrigan. Caranya adalah dengan memutar kulit dalam 200%air hangat, 1-2% NaHCO3 selama 1 jam. Setelah itu kulit dicuci kembali.

5. Melakukan Pengecatan Dasar

Pengecatan dasar ini dimaksudkan untuk memberikan warna dasar pada permukaan kulit yang telah di samak. Penggunaan cat ini pun tidak boleh terlalu tebal karena dikhawatirkan cat akan mudah pecah. Untuk kulit samak krom menggunakan cat direct, kulit samak krom dan nabati menggunakan cat asam, dan kulit samak nabati menggunakan cat basa.

6. Pe-minyakan

Step selanjutnya adalah proses peminyakan atau fat ligouring. Tahapan ini bertujuan untuk melumasi serat-serat kulit sehingga kulit menjadi kuat, tahan air dan tidak lengket. Kulit diputar selama 30-60 menit pada drum diisi 150%-200% air hangat, 4-15% emulsi minyak ditambah 0,2-0,5% asam formiat. Setelah lemas kulit diulas tipis lalu kulit di keringkan.

7. Pengeringan

Tahapan ini lebih ringan. Kulit yang telah melewati proses peminyakan lalu di perah airnya. Bisa menggunakan bantuan mesin atau manual dengan tangan kemudian keringkan. Tempatkan kulit pada tempat yang datar agar kulit tidak tergulung. Tujuan proses ini adalah untuk menghentikan semua reaksi kimia di dalam kulit. Kadar air pada kulit menjadi 3-14%.

8. Melembabkan

Setelah kulit dikeringkan lalu dibiarkan selama 1-3 hari pada udara normal, tujuannya agar kulit bisa menyesuaikan dengan kelembaban udara di sekitarnya. Cara melembabkan kulit dengan ditanam dalam serbuk kayu yang mengandung air 50-55% selama 1 malam. Kulit akan menyerap air dengan merata. Setelah itu keluarkan kulit dan bersihkan dari serbuknya.

Pementangan dan Peregangan

Rentangkan kulit dengan tangan atau bantuan mesin regang. Tujuannya untuk menarik kulit hingga mendekati batas mulurnya, agar pada saat kulit dijadikan produk kerajinan sudah tidak akan mulur dan tidak berubah ukurannya. Cukup regangkan hingga kulit lemas dan di bentangkan sampai kering. Guntinglah bagian tepi kulit hingga lubang dan keriputnya hilang.

Finishing

Akhir dari segala proses penyamakan kulit. Tahap penyelesaian akhir ini bertujuan untuk memperindah penampilan kulit samak yang telah jadi. Warna pada kulit samak juga akan diperkuat agar nampak mengkilap. Penampakan rajah kulit juga akan dihaluskan serta untuk menutup cacat-cacat apabila ditemui ada cat dasar yang tidak merata pada permukaan kulit.

Jual Jaket Kulit Asli Pria dan Wanita Kualitas Super

Proses yang cukup panjang untuk sebuah karya yang memang pantas untuk kita jaga. Ulasan cara menyamak kulit domba tadi tentu bisa menjelaskan mengapa harga fashion dengan bahan dasar kulit domba memang lebih mahal sebab proses yang begitu panjang dan njlimet. Sebuah harga yang sepadan dengan kualitas dan perjuangan untuk mengolahnya. 

Tahapan Proses Pembuatan Jaket Kulit Asli Step by Step

Tahapan Proses Pembuatan Jaket Kulit Asli Step by Step

Lohalo? Selamat datang di situs kampoengkulit.com. Tempat yang pas untuk mencari informasi tentang kerajinan kulit. Kali ini informasi yang akan kami bagikan adalah tentang proses pembuatan jaket kulit.

Jika di dalam hati anda menyimpan pertanyaan, bagaimana sih proses pembuatan jaket kulit? Dari yang tadinya berbentuk kulit yang memiliki bau khas binatang jadi sebuah jaket yang rapi dan bagus.

Kami rasa, banyak orang yang belum tahu tentang ini. Yaitu tentang proses-proses yang dilalui dalam pembuatan jaket kulit. Seperti penyamakan, pemberian warna, sampai menjadi suatu jaket yang bagus dan keren.

Mengintip Panjangnya Proses Pembuatan Jaket Kulit

Proses pembuatan jaket kulit

Seperti namanya jaket kulit adalah jenis jaket yang dibuat dengan bahan dasar kulit. Tentu kita sudah sangat familiar dengan nama dan bentuk jaket kulit tersebut.

Cara merawat jaket kulit yang benar

Melihat bentuknya yang elegan dan tangguh ada baiknya kita mencoba melihat proses pembuatan jaket kulit tersebut agar kita tahu bagaimana sih jaket itu dibuat dari bahan baku menjadi barang jadi yang siap kita pergunakan

Pembuatan jaket kulit berbeda dengan proses jaket berbahan dasar selain kulit lainnya karena jaket ini membutuhkan pekerja yang mempunyai ketelitian, keahlian khusus, kesabaran berhubung waktu pengerjaannya juga relatif lama.

Untuk mengolah bahan baku juga bukanlah hal mudah, beda dengan bahan baku kain atau yang lainnya, karena berasal dari kulit hewan yang basah yang harus dikeringkan

Step by Step Proses Pembuatan Jaket Kulit

Proses pembuatan jaket kulit

 

1. Menentukan Bahan Dasar Kulit

Bahan dasar pembuatan jaket adalah menggunakan kulit dari hewan seperti kulit domba,kulit kambing, kulit sapi. Bahan yang paling sering dipergunakan adalah kulit sapi.

Kulit yang sudah diambil harus segera didinginkan dan diberi garam atau direndam dalam air asin. Tujuannya adalah agar kulit terlihat bersih dari kotoran-kotoran yang menempel dan awet untuk produksi.

2. Penyamakan Kulit (Hides Tanning)

Kulit yang tersedia belum bisa langsung diolah menjadi jaket. Masih ada tahapan lainnya. Salah satunya adalah penyamakan kulit, yaitu suatu proses untuk memperbaiki karakteristik dari kulit mentah yang mudah rusak menjadi kulit olahan yang lebih awet. Kulit hewan yang belum diolah sangat rentan oleh perubahan cuaca, zat kimia, biologi sehingga menjadi busuk.

Langkah pertama adalah pencucian kulit hewan. Kulit akan direndam di dalam air bersih, untuk menghilangkan garam di awal proses tadi dan meningkatkan kadar air agar kulit bisa diolah lebih lanjut.

Agar tidak muncul bakteri pada proses ini biasanya akan ditambah bahan kimia juga untuk melindungi kulit dari pertumbuhan jamur pada permukaan kulit.

Selanjutnya adalah pengeringan kulit hewan. Tahapan ini berguna untuk menurunkan kadar air pada kulit hewan, serta agar kulit lebih awet untuk di proses lebih lanjut.

Pengeringan ini bisa dilakukan dengan cara manual seperti menjemur di bawah terik matahari atau dengan diangin-anginkan, bisa juga dengan menggunakan panas buatan seperti pengering atau oven khusus.

Kulit yang sudah kering masuk proses pencabutan bulu dimana pada tahapan ini memakai bahan kimia seperti sodium disulfide, sodium hidroksida, kalsium hidrosulfit, dimetil amin, dan sodium sulfa hidrat agar bulu pada kulit bisa tercabut dengan  mudah dan bersih. Pelepasan bulu dilakukan secara mekanik menggunakan mesin yang dilanjutkan manual menggunakan pisau tumpul.

Setelah kulit bersih dari bulu, maka tahap terakhir dari proses penyamakan adalah mengawetkan kulit sebelum diolah menjadi barang produksi.

Hal ini bertujuan agar kulit bersih dari sisa kotoran, bulu, zat kimia. Pengawetan bisa dengan cara penggaraman, pengasaman, dan pengeringan. Bisa dengan bahan kimia atau memaksimalkan sinar matahari hingga kulit siap diolah.

3. Pemberian warna

Kulit yang telah tersamak dengan baik, kita lanjutkan pewarnaan pada kulit sesuai dengan selera dan rencana produksi kita. Warna dasar yang banyak digunakan adalah hitam dan coklat, namun kita bisa memilih warna lainnya untuk di aplikasikan pada kulit tersebut.

Pewarnaan menggunakan zat kimia pewarna khusus untuk kulit yang memastikan tidak akan luntur. Pada proses pewarnaan kulit harus segera dijemur agar kering dan warna menyatu dengan sempurna sebelum diolah ke tahap selanjutnya.

Apabila warna pada kulit belum kering akan mengakibatkan belang pada permukaan kulit sehingga hasil produksi tidak maksimal atau bisa dikatakan produk gagal. Tentu saja hal ini kan mengakibatkan kerugian dalam sisi produksi

4. Membuat Pola desain 

Seperti membuat pakaian pada umumnya hal yang kita siapkan pertama adalah membuat pola atau model jaket yang akan kita produksi. Model bisa mengikuti trend atau menggunakan model klasik yang telah banyak ada di pasar.

Di sini peran desainer sangat penting untuk bisa memunculkan model-model baru dari sebuah jaket kulit agar diterima oleh pengguna.

Pembuatan pola bisa memakai cara tradisional yaitu dengan menggambar pola diatas kertas karton kemudian kita potong dengan gunting secara manual.

Atau bisa juga dengan teknologi terbaru menggunakan software komputer yang disambung mesin pemotong otomatis yang telah terkoneksi. Cara ini bisa lebih memudahkan dan mempercepat pemotongan pola untuk bisa segera di produksi.

5. Menjahit Pola

Pola yang sudah terbentuk kita aplikasikan pada bahan kulit sesuai dengan model dan rencana produksi. Bahan kulit tersebut kita potong sesuai dengan pola yang ada. Hasil potongan tersebut akan kita jahit.

Proses menjahit kita bisa menggunakan mesin jahit manual atau konveksi, biasanya alat ini digunakan apabila produksi dalam jumlah besar. Dalam proses ini sangat dibutuhkan ketelitian dan ketrampilan dari penjahit untuk menggabungkan pola demi pola dengan baik agar terjamin kualitas jahitan, kerapihan jaket yang kita buat.

Akan lebih baik jika jaket dibuat secara manual dimana penjahit benar-benar bisa melihat setiap detail dari pola yang akan dijahit. Perlu kesabaran jika pola agak rumit.

6. Pemolesan Jaket

Tahap akhir dari perjalanan sebuah jaket adalah dengan memoles jaket tersebut sebelum kita jual ke pasar. Proses ini juga disebut dengan rouging yang bertujuan untuk menghilangkan kotoran dan noda yang mungkin masih menempel pada jaket saat pada tahap produksi. Selain itu agar permukaan jaket tampak mengkilap dan menarik.

Jaket Siap untuk Dipakai

Model jaket kulit

Setelah mengetahui ulasan tentang proses pembuatan jaket kulit tersebut, ternyata prosesnya cukup panjang ya untuk bisa memakai jaket kulit dengan kualitas bagus. Sangat sepadan dengan harganya. Mengingat banyak tahapan yang perlu dikerjakan untuk sebuah jaket.

Selain itu peran pekerja juga menentukan kualitas dari jaket yang dihasilkan, bisa langsung kita nilai saat kita melihat sebuah jaket. Anda tentu bisa merasakan memakai jaket kulit asli pasti akan berbeda dengan jaket lainnya.

Jaket kulit asli akan mempunyai tekstur yang tidak homogen, jadi masing-masing jaket pasti punya tekstur berbeda. Selain itu juga bahannya lembut, lentur, wangi yang khas, sejuk apabila dipergunakan pada siang hari dan hangat saat cuaca dingin. Dan yang pasti jaket ini awet bertahun-tahun.

Tidak ada salahnya mempunyai jaket kulit asli. Bisa anda gunakan untuk keseharian anda atau sekadar untuk fashion saja. Jaket kulit ini mempunyai nilai daya saing yang tinggi dan selalu mendapatkan tempat di masyarakat.

Model jaket yang tidak lekang oleh zaman dan selalu ada update model dari para desainernya. Anda bisa menyesuaikan model jaket dengan kepribadian anda.

Jika anda berniat untuk membeli jaket kulit, anda bisa menanyakan juga kepada penjual tentang tahapan-tahapan pembuatan di atas agar anda bisa merasa yakin bahwa jaket tersebut benar-benar layak untuk anda miliki. Dan di kampoeng kulit, kami jual jaket kulit dan anda bisa menanyakan hal itu ke kami.

Kebanyakan jaket kulit adalah produksi lokal dengan bahan lokal juga yang tentu saja ramah lingkungan. Selamat berburu jaket kulit ya. Itu saja informasi dari kami tentang proses pembuatan jaket kulit. Semoga bermanfaat. Baca juga artikel tentang cara merawat tas kulit dengan baik dan benar.